tanaman hias
Maret 25, 2008
arem2
Aglaonema sudah cukup popular di Indonesia dan kian dikenal masyarakat sejak lama. Aglaonema atau nama akrabnya Sri Rejeki harganya kian menjulang tinggi. Disebut Sri Rejeki karena aglaonema punya mitos tersendiri yang dipercaya orang-orang kuno sebagai pembawa rejeki. Aglaonema ini punya ketertarikan sendiri, sering kali ada kejadian orang yang memelihara tanaman ini tanpa dipromosikan kemudian dikunjungi oleh pembeli dan menawar harga tanaman Sri Rejeki tersebut. Caranya mudah, jaman dulu tanaman ini diletakan diteras rumah sehingga banyak yang lihat, dan tawaran-pun berdatangan. Kalau jaman sekarang masih saja bisa terjadi, kenapa tidak?
Seperti yang sudah saya utarakan sebelumnya, untuk merawat tanaman anggrek ini butuh keahlian khusus. Sangat berbeda dengan pelaksanaan perawatan tanaman lain. Jenis-jenis yang bagus akan sulit dicari, sulit dirawat, dan sulit dikembangkan. Ada beberapa jenis anggrek yang sudah sering didengar, seperti dendrodium, vandal, dan bulan. Untuk anggrek spesi diantaranya helix, mudii, cylocsta, lasientera, anggerk besi, dan anggrek kribo atau disebut spektabil. Karakter anggrek sendiri dibagi menjadi 5 yaitu : Apipit, sandaran memakai media pot terrestrial, anggrek tanah semi terrestrial, akarnya berada diatas tanah litopit, hidup dipermukaan batu-batuan saprofit, hidup diatas tanah humus atau diatas kayu yang sudah lapuk. Tanaman anggrek sangat rentan terhadap penyakit, untuk media yang menggunakan arang, kalau sudah berlumut sebaiknya diganti karena kelembaban sudah tinggi dan rentan kena penyakit akar tanaman. Dan bila tingkat keasaman sudah tinggi, bisa ditaburi dengan kapur yang digunak
Entry Filed under: tanaman hias
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to comments via RSS Feed